1
Firefox Siap Bersaing Dengan Opera di Mobile Browsing

Opera Mini yang selama ini bisa dikatakan merajai browser mobile akan segera menghadapi pesaing baru di pasar browser untuk ponsel. Setelah sukses menjadi browser utama di industri mobile browsing, saat ini Mozilla telah siap meruntuhkan dominasi Opera Software.

Awal tahun 2010 ini Mozilla menghadirkan Release Candidate pertama dari Firefox versi mobile. Dengan kode nama Fennec, Firefox mobile didesain untuk berjalan di sistem operasi Maemo. Maemo sendiri merupakan sistem operasi yang dikembangkan Nokia, dan dibenamkan pada smartphone kelas atas mereka contohnya seperti N900.

Selain versi untuk handphone Nokia, Mozilla juga telah menyiapkan aplikasi browser mobile tersebut untuk PC desktop atau laptop. Dengan demikian, pengguna yang ingin menguji coba browser tersebut di Windows, Linux, atau MacOs, bisa langsung menjalankannya.

“Dibangun dengan engine yang sama seperti Firefox 3.6 untuk desktop, Firefox mobile baru ini hadir dengan fitur yang lengkap,” kata Mozilla seperti Ujie Caprone kutip dari Softpedia, 5 Januari 2010. “Firefox 1.0 RC for Maemo sudah tersedia dalam 15 bahasa dan menghadirkan kemampuan serupa seperti aplikasi PC desktop,” klaim Mozilla.

Sama seperti versi desktop, Firefox mobile memiliki fitur keamanan, password manager, automatic update, download, manager, spell checker, sinkronisasi, mendukung layar sentuh, dll.

0
Intel Storage Driver Gagalkan Upgrade ke Windows 7

Informasi ini ditujukan pada mereka yang ingin meng-upgrade Windows Vista-nya menjadi Windows 7. Perhatikan apakah ada Intel storage driver di mesin Anda. Jika ya, bisa saja proses upgrade yang Anda lakukan gagal.

Inilah pesan kesalahan yang Anda dapatkan ketika Anda berusaha meng-upgrade sistem operasi Windows Vista Anda ke Windows 7:

"-$windows.~bt-windows-system32-drivers-iastor.sys. Status: 0xc0000359. Windows failed to load because a critical system driver is missing or corrupt." Mesin Anda kemudian akan dikembalikan ke Vista. Ini akibat versi dari file iastor yang dirujuk selama perpindahan ke Windows 7 tidak tepat. Celakanya, sampai saat ini Microsoft belum menerbitkan hotfix untuk mengatasi masalah di atas.

Nah, yang sekarang bisa Anda lakukan adalah mengatasinya secara manual. Ikuti saja langkah-langkah manual yang ditunjukkan oleh Microsoft ini:
1. Akseslah Driver Repository Folder di bawah C:-Windows-System32-DriverStore-FileRepository dan pindahkan sebarang folder yang mengandung file iastor.inf ke lokasi sementara.


2. Cari rujukan ke iastor di dalam file oem inf pada folder c:-windows-inf. Contoh perintahnya: findstr /i /c:"iastor" %windir%/inf/oem*.inf.

3. Catat file-file oem##.inf yang dilaporkan (## adalah angka). Pindahkan oem##.inf dan oem##.pnf yang terhubung dari folder c:-windows-inf ke folder sementara.

4. Hapus folder-folder $~bt, $~LS dan $~Upgrade jika ada

5. Unduh dan instal versi mutakhir dari driver iastor.sys dari situs web Intel di mesin Vista.

6. Mulailah proses upgrade Windows 7, yang sekarang seharusnya berjalan tuntas.

2
Membuang UAC Windows Vista

User Account Control (UAC) di Windows Vista adalah sebuah fitur untuk mencegah ter-instalnya program secara sembarangan. Orang yang bisa meng-instal program hanyalah orang yang memiliki akses layaknya administrator. Meskipun administrator yang meng-instal, program itu harus punya akses level tinggu dulu baru bisa jalan. Level itu ditentukan oleh administrator.

Pembagian level pengguna ini sebetulnya sudah lama digunakan, bahkan sudah puluhan tahun. Tapi, pembagian itu hanya untuk komputer server dan mainframe. Sistem operasi komputer desktop, khususnya Windows, belum selama itu. Pada MS-DOS, Windows 95, Windows 98 dan Windows Me, semua pengguna merupakan pengguna super (super user) yang bisa mengontrol PC secara penuh. Pembagian level baru terasa di Windows setelah itu. Untuk memperkuat pembagian level, Microsoft menggunakan UAC di Windows Vista dan Windows Server 2008.

Cara kerjanya secara singkat begini. Ketika seorang pengguna komputer masuk dengan akun standar, suatu token berisi izin-izin standar diberikan kepada pengguna itu. Dengan izin standar, pengguna itu tidak bisa melakukan perubahan yang memengaruhi sistem. Ia masih bisa membuat dokumen, mengedit foto, atau mendengarkan lagu. Tapi, ia tidak bisa meng-instal program, mengubah pengaturan di Control Panel, atau melakukan update.

Lain halnya kalau administrator yang login. Akun itu diberi dua token. Token pertama berisi “penghargaan” terhadap administrator—seluruh tindakan diizinkan. Token kedua mirip dengan token yang diberikan kepada akun standar. Berbagai aplikasi, termasuk Windows Shell, dijalankan dengan token kedua.

Jadi, berbagai aplikasi tetap tidak bisa menggunakan sumber daya Windows secara penuh. Aplikasi itu baru bisa berjalan penuh kalau diberi izin.

Di Windows 7, Microsoft memperbarui UAC. Standarnya, UAC tidak akan lagi bertanya pada beberapa program. Beberapa program masih membuat UAC muncul.


UAC ini ternyata disadari bisa sangat mengganggu. Coba saja perhatikan, berapa kali Anda harus mengklik persetujuan agar instalasi berjalan? PCplus menganggap Anda meng-instal program yang memang sudah terpercaya. Orang-orang yang sering melakukan tweaking mengaku kerap terganggu oleh UAC ini.

Tujuan UAC memang baik. Tapi, kalau terlalu mengganggu, Anda bisa mematikannya. Trik-trik berikut ini bisa dibilang tidak mematikan UAC secara total—walau ada 1 trik untuk mematikannya secara total. Tapi paling tidak, UAC tidak lagi terlalu mengganggu.
Sudahlah, langsung saja simak trik-triknya.

PCplus tidak menyarankan trik ini demi keamanan. Kalau ada orang yang hobi download program dan mencobanya di komputer Anda, PCplus menyarankan agar UAC tidak dimatikan. Tapi, kalau Anda keukeuh karena hanya Anda yang pakai komputer dan Anda bukan tukang download, silakan terapkan trik ini.
1. Buka Control Panel.
2. Klik “User Account”.
3. Lalu klik “Turn User Account Control on or off”.
4. Ketika muncul kotak dialog, klik “Continue”.
5. Hilangkan tanda centang pada “Use User Account Control (UAC) to help protect your computer” lalu klik “OK”.
6. Diminta restart komputer? Yah sudah, restart saja.

2
Bikin Komputer Tua Menjadi Firewall

Firewall adalah suatu perangkat yang bisa mengatur lalu lintas data dalam jaringan. Ia bisa menyaring data sehingga hanya data yang dianggap aman yang boleh masuk ke dalam suatu komputer atau jaringan. “Benteng api” itu biasa berfungsi untuk mencegah “serangan” atau “penyelundup” dari luar jaringan.

Tak sekadar itu saja tugas firewall. Perangkat keamanan itu juga bisa digunakan untuk mengontrol akses—siapa yang boleh mengakses jaringan dan siapa yang tidak boleh. Selama beroperasi, ia mencatat semua kejadian dan melaporkannya kepada administrator.

Firewall ada dua macam, yakni personal dan jaringan. Firewall personal didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan. Windows Firewall adalah salah satu contoh aplikasi personal firewall. Sementara Firewall jaringan didesain untuk melindungi jaringan. Firewall jaringan ini ada dua bentuk, bisa berupa hardware, bisa pula berupa software. Ada memang hardware khusus untuk firewall. Tapi, kita juga bisa bikin firewall berupa hardware dengan PC. Nah, kalau di rumah Anda ada PC lama yang nganggur, pakai saja untuk melindungi jaringan komputer di rumah Anda.

Dalam PC itu, kita akan instal suatu software. Tak perlu beli, tinggal download saja—eh tak perlu download juga soalnya ada di CD PCplus edisi ini juga. SmoothWall Express merupakan software gratisan yang cukup andal. Meskipun dibuat berbasis sistem operasi Linux, firewall open source itu tetap tersedia dalam versi Windows.

SmoothWall didesain agar mudah digunakan dan diatur-atur lewat antarmuka berbasis web. Praktis pokoknya. Kita tak perlu punya pengetahuan selevel administrator jaringan kantoran untuk pakai software ini.

Mari kita langsung instal dan pakai.

1. Bakarlah ISO SmoothWall Express ke dalam CD. Kalau SmoothWall Express sudah jadi CD, boot komputer pakai CD tersebut sehingga muncul layar SmoothWall. Tekan “Enter “ sehingga layar berganti tampilan. Sekali lagi, tekan “Enter”.

2. Selanjutnya akan muncul permintaan untuk memasukkan CD SmoothWall Express ke dalam CD-ROM. Berhubung CD yang ada di dalam CD-ROM Anda adalah CD yang benar, langsung saja tekan “Enter”.

3. Kotak dialog selanjutnya memberitahu kalau SmoothWall akan diinstal. Lagi-lagi tekan “Enter”. Selanjutnya akan muncul konfirmasi yang menyatakan bahwa harddisk akan diformat. Setujui saja permintaan tersebut dengan menekan “Enter”. Tunggu sesaat hingga muncul jendela baru yang menyatakan keberhasilan instalasi.

4. Proses selanjutnya adalah mengatur SmoothWall Express. SmoothWall akan menawarkan proses konfigurasi otomatis bila sebelumnya Anda sudah pernah menyeting SmoothWall. Berhubung ini baru konfigurasi yang pertama kali, jawab dengan “No”.
5. Jendela berikutnya akan menanyakan keyboard mapping. Pilih jenis keyboard “UK” dan tekan “Enter” untuk melanjutkan.

6. Masukkan nama untuk “hostname”. Anda bebas menentukan nama hostname ini. Yang jelas, jangan menggunakan karakter khusus seperti spasi, angka, garis bawah. Nama ini yang akan dipanggil di jaringan bila suatu saat Anda ingin mengakses firewall. Secara satandar, hostname akan terisi “smoothwall”.

7. Jendela berikutnya adalah “Default security policy”. Di jendela ini, Anda dapat menentukan seberapa ketat tingkat keamanan yang diterapkan. Pilihan “Open” akan membuat semua akses terbuka. Pilihan “Half-open” membuat sebagian akses dibuka, sebagian lain ditutup. Akses yang ditutup biasanya akses yang dianggap berisiko menimbulkan serangan. Nah, kalau opsi “Closed” akan menutup semua akses. Pilih opsi sesuai dengan tingkat keamanan yang Anda inginkan, lalu tekan “Enter”.

8. Di jendela “Network configuration menu”, pilih “Network configuration type”, lalu tekan “Enter”. Saat jendela ”Network configuration type” terbuka, pilih jenis konfigurasi yang sesuai dengan jaringan Anda. Pilih “Green” kalau jaringan Anda terhubung ke internet lewat modem atau ISDN. Pilih “Green+Red” kalau jaringan Anda terhubung ke Internet melalui kartu jaringan. Kalau jaringan Anda nirkabel dan internetnya terhubung ke internet dengan modem, pilih “Green + Purple (Red is modem/ISDN)”. Pilih “Green + Purple + Red” kalau kartu jaringan Anda terhubung ke jaringan kabel, nirkabel dan internet.

9. Selanjutnya, pilih menu “Drivers and card assignments”. Di sana Anda diminta untuk mengatur kartu jaringan Anda. Konfigurasi yang ada di sini sangat tergantung pada merek dan tipe kartu jaringan yang Anda gunakan. Kalau sudah, tekan “Enter”.

10. Pada jendela berikutnya, pilih “Probe” agar SmoothWall secara otomatis mendeteksi kartu jaringan. Setelah terdeteksi Anda harus menentukan kartu jaringan yang dideteksi itu masuk kategori “Green” atau “Red”. Pilih “Green” dan tekan “Enter”.

11. Tekan “Enter”, untuk kembali ke “Network configuration menu”. Sekarang klik “Address settings”. Pilih “Green” di jendela ini. Saat muncul jendela peringatan, jawab saja dengan “OK”.

12. Selanjutnya Anda akan diminta untuk memasukkan alamat IP berikut network mask-nya pada jendela “Green Interface”. Kalau sudah, klik “OK”.

13. Ulangi langkah 11 dan 12 hingga semua kartu jaringan berhasil dikonfigurasi, baik yang masuk kategori orange ataupun purple. Untuk akses Internet melalui kartu jaringan (RED), pilih opsi “RED” dan tekan “Enter”. Pilih “Static” kalau Anda diberikan IP statik oleh ISP. Pilih DHCP bila Anda menggunakan IP dinamis. Pilih “PPPOE” kalau Anda menggunakan “Point to Point Protocol Over Ethernet” untuk terkoneksi ke ISP. Pilihan ini tergantung pengaturan ISP. Tanyakan saja kepada mereka untuk tahu pasti. Bila kita pilih opsi DHCP, maka kita harus mengisi “hostname DHCP” dari ISP. Kalau kita pakai IP Statik, tentunya kita harus memasukkan alamat IP dan network mask. Bila semuanya sudah lengkap, tekan “OK”.

14. Sekarang saatnya Anda pilih “DNS and Gateway settings”. Masukkan “IP DNS” dan “IP gateway”. Tekan OK dan pilih Done untuk menutup Network Configuration menu.

15. Sekarang Anda akan dibawa ke “Section menu”. Di sini Anda bisa mengatur proksi, ISDN, ADSL, dan DHCP server. Kalau Anda tidak menggunakannya, langsung lewati saja dengan menekan tombol “Finished”.

16. Anda diminta memasukkan pasword administrator sebanyak dua kali. Panjang password minimal 6 karakter dan maksimal 25 karakter. Password ini nantinya dipakai untuk mengatur SmoothWall berbasis web saat konfigurasi awal ini selesai. Terakhir, akan muncul jendela konfirmasi bahwa proses setup telah selesai. Anda bisa menekan OK untuk me-restart PC.

17. Usai me-restart, Anda bisa mengakses SmoothWall Express melalui browser. Masukkan nama komputer atau alamat IP si firewall di browser, misalnya: http://smoothwall:81 atau https://192.168.0.2:441. Anda bisa mengakses server melalui port 441 via HTTPS atau port 81 via HTTP. Saat muncul peringatan mengenai sertifikat digital, setujui sertifikat tersebut.

18. Masukkan admin sebagai username dan isikan passwordnya sesuai dengan password yang telah Anda tentukan pada proses konfigurasi di awal instalasi. Halaman SmoothWall menampilkan konfigurasi IP dan lalu lintas data yang telah berjalan seperti. Untuk selanjutnya, perubahan konfigurasi firewall bisa dilakukan melalui antar muka berbasis web ini. Tidak perlu pusing lagi dengan konfigurasi yang ruwet di awal.

3
Agar Windows 7 Tidak Restart Terus-menerus

Windows 7 bukanlah sistem operasi “sakti” yang bebas masalah. Meski sudah jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya, ada saja kekurangan di sana sini. Masalah yang muncul bisa bermacam-macam, mulai dari aplikasi crash gara-gara tidak mendukung, sampai penyakit doyan restart sendiri. Kejadian restart otomatis ini sebenarnya bukanlah suatu bug, tetapi justru fasilitas yang memang dimiliki Windows jika ia mendeteksi adanya masalah pada sistem. Meski begitu, alih-alih membantu, fitur ini bisa jadi malah bikin sebal.

Untuk mencegahnya, simak langkah-langkah berikut.
1. Klik “Start > Control Panel > System and Security > System”.
2. Klik “Advanced system settings”, lalu klik tombol “Settings” yang ada di dalam kotak “Startup and Recovery”.
3. Sebuah jendela baru berjudul “Startup and Recovery” akan muncul. Carilah kotak cek “Automatically restart” pada boks “System failure”, lalu hilangkan tanda cek di depannya.
4. Klik “OK” dan “OK” sekali lagi untuk menyimpan perubahan dan keluar dari “Sistem Properties”.

0
Restart Windows Lebih Cepat

Virtual Memory, atau yang lebih dikenal dengan nama swap file, merupakan memori bohong-bohongan yang terletak di dalam hard disk. Pada dasarnya, Virtual Memory berguna jika RAM yang terdapat di sistem sudah tidak mencukupi sehingga dipakailah ruang hard disk sebagai tempat penyimpanan sementara. Karena itu, tidak mengherankan jika ukuran Virtual Memory bisa disetel sampai 2 kalinya RAM sistem.

Tapi tahukah Anda, besar-kecilnya Virtual Memory dapat mempengaruhi kecepatan shutdown atau reboot Windows. Semakin besar Virtual Memory, semakin lama pula Windows melakukan reboot atau shutdown. Begini solusi untuk mengatasinya.
1. Klik menu “Start”, lalu ketik “Local Security Policy”.
2. Atau coba ketikkan “secpol.msc” di menu Start. Lihat kolom kiri, lalu pilih “Security Settings > Local Policies > Security Options > Shutdown : Clear virtual memory pagefile”. Set value-nya menjadi “Disabled”.

Anda memiliki RAM sistem yang besar? Anda dapat pula menyetel supaya Windows berjalan tanpa Virtual Memory dengan cara ini.
1. Klik kanan “Computer > Properties”. Pilih “Advanced system settings”.
2. Klik “Settings” pada bagian Performance. Pada window “Performance Options”, klik tab “Advanced”.
3. Di bagian “Virtual memory”, klik “Change”. Di situ Anda dapat melihat di kandar mana XP menaruh Virtual Memory.
4. Untuk men-disable penggunaan Virtual Memory, pilih kandar di mana XP menaruh Virtual Memory (pagefile.sys), lalu klik “No Paging File”, dilanjutkan dengan mengklik “Set”. Setelah itu, reboot komputer Anda.

Virtual Memory ini bisa dibilang bagai buah simalakama. Misalnya, jika Anda ingin mempercepat shutdown atau reboot dengan men-disable fitur “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” pada “Local Security Policy”, sistem Anda jadi kurang aman karena cracker bisa saja “melihat-lihat” isinya. Sebaliknya, bila Anda tidak memakai Virtual Memory, bisa-bisa sistem Anda menjadi kurang stabil.

Sebagai jalan tengah, bagi Anda yang memiliki RAM sistem berukuran besar, ada baiknya menggunakan sedikit Virtual Memory. Sebagai contoh, bila Anda memiliki 1GB RAM, Anda bisa memakai Virtual Memory sebesar 256MB atau 128MB dengan tetap menyetel “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” menjadi “Enabled”. Besar-kecilnya Virtual Memory dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ruang hard disk.

14
Booting Windows tanpa Interupsi

Pesan kesalahan (error message) bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi, pesan kesalahan berguna untuk memberitahukan adanya error pada sistem, tapi, di sisi lain, kehadirannya menyebalkan. Apalagi jika nongolnya terlalu sering dan tidak bisa dimatikan. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memperbaiki akar penyebab pesan kesalahan. Tapi, jika Anda tidak punya cukup waktu untuk mereparasi Windows, cobalah trik darurat berikut.
1. Klik “Start”, lalu ketik regedit.
2. Masuklah ke sub key “HKEY_LOCAL_MACHINE-SYSTEM-CurrentControlSet-Control-Windows-”.
3. Klik kanan mouse di sisi kanan window, lalu pilih “New > DWORD (32 bit) Value”.
4. Beri nama DWORD value yang baru Anda buat dengan nama “NoPopUpsOnBoot”.
5. Klik ganda DWORD Value NoPopUpsOnBoot tersebut, kemudian klik radio button “Decimal” dan isi Value-nya dengan nilai 1.
6. Tutup Registry Editor, restart komputer, dan lihat hasilnya.
 
Ujie Caprone | © 2011 Blogger Template by Ujiecaprone.com