Tampilkan postingan dengan label Release Ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Release Ubuntu. Tampilkan semua postingan

9
Install Ubuntu didalam Windows Melalui Wubi

Wubi adalah aplikasi didalam os ubuntu untuk menginstall Ubuntu didalam sistem operasi windows. Umumnya jika kita masukkan CD Installer Ubuntu kedalam Sistem operasi Windows yang aktif akan muncul secara otomatis/autorun.

Wubi juga mempermudah kita menginstal ke file di Windows tanpa melakukan booting untuk mempartisi linux. Pada saat instalasi ubuntu, Wubi dapat menggunakan file .iso dari Ubuntu Alternate CD, jadi tidak harus mengunduh dari internet. Jika Anda punya Alternate CD, Anda dapat mengubahnya menjadi file .iso, lalu menginstal ubuntu melalui Wubi dengan meletakkan file .iso itu di folder yang sama dengan file Wubi.exe. Jika tidak ada file .iso, maka Wubi akan mengunduh melalui internet.


Berikut langkah–langkah penginstallan Ubuntu menggunakan aplikasi Wubi langsung pada os windows:

Masukkan CD ubuntu Anda, secara otomatis akan diminta untuk memilih apakah anda ingin menginstall secara penuh atau menginstall di dalam Windows yang Anda gunakan saat ini pilih Option Install dalam Windows. Pilih "Install Inside Windows"


Kemudian Anda akan diminta untuk memilih partisi dimana anda akan menginstall Linux Ubuntu tersebut,memilih ukuran installasi, bahasa, nama pengguna dan password yang diinginkan. Setelah selesai mengisi klik pasang.


Installasi akan mengekstrak file dari CD ke folder partisi yang telah Anda pilih.Apabila installasi berjalan lancar Anda akan diminta untuk merestart komputer.Restart Komputer Anda dan pilih booting ke Ubuntu, setelah itu komputer akan melanjutkan installasinya seperti gambah di bawah ini.


Setelah Proses Instalasi diatas selesai, maka komputer akan diminta untuk restart kembali dan installasi ubuntu Anda telah selesai. Nah gampangkan..., tanpa susah payah anda sudah punya 2 os windows dan Ubuntu.

Semoga berhasil...!!!

1
Setting Modem Smart di Ubuntu

Setting Modem Smart di Ubuntu

1. colokkan modem melalui kabel datanya kepada komputer kita, kemudian masuk ke terminal (application>accessories>terminal) dan login sebagai root dengan perintah sudo su kita perhatikan dengan perintah lsusb dan ada penambahan device baru... disitu yang belum kedeteksi mereknya oleh kernel linux kita.kita hapus modul usbserial yang salah kaprah mendeteksi device tersebut dengan menggunakan perintah modprobe -r usbserial

2. gunakan perintah modprobe usbserial vendor=0×15eb product=0×0001


hasilnya modem kita terdeteksi sebagai ttyUSB0 dan ttyUSB1 bisa kita lihat dengan perintah dmesg

download dan install ini semua dan install di ubuntu;

http://packages.ubuntu.com/jaunty/i386/libxplc0.3.13/download

http://packages.ubuntu.com/jaunty/i386/libwvstreams4.4-base/download

http://packages.ubuntu.com/jaunty/i386/libwvstreams4.4-ext...ras/download

http://packages.ubuntu.com/jaunty/i386/libuniconf4.4/download

http://packages.ubuntu.com/jaunty/i386/wvdial/download

3. Setelah sukses instal wvdial diatas, editlah wvdial tersebut dengan cara:

$ sudo gedit /etc/wvdial.conf

masukkan konfigurasi sebagai berikut :

[Dialer Smart]

Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Init3 = at+crm=1;+cmux=1;+cps=33;+cta=0
Modem Type = Analog Modem
ISDN = 0
Phone = #777
Modem = /dev/ttyUSB0
Username =smart
Password =smart
Baud = 460800
Stupid Mode = 1

Kemudian lakukan konfigurasi ppp setting dengan cara ketik :

$ sudo gedit /etc/ppp/options

asyncmap 0
noauth
crtscts
modem
proxyarp
noipx
persist
idle 1000000

Setelah semua selesai tinggal ketik aja:

$ sudo wvdial Smart

Oh ya jangan lupa disetting ini maka firefox akan jadi offline mode, untuk melakukan browsing hilangkan dulu centang pada work offline dari file menu pada firefox anda.

untuk disconect tekan aja CTRL + C

2
Webserver Cluster; Linux-HA + DRBD + LAMP + Slackware 13.0

Ini adalah sekelumit tutorial yang menceritakan bagaimana mengkonfigurasikan Slackware 13.0 menjadi webserver yang High Availability.

Implementasi ini bertujuan agar webserver yang terdiri dari Apache dan MySQL mempunya tingkat availability yang tinggi, jika terjadi failure pada salah satu mesin webserver maka semua tugas webserver akan dihandle oleh mesin yang lain secara otomatis tanpa kita harus mengkonfigurasi ulang database ataupun coding ulang web scriptnya, dan yang paling penting adalah tingkat SLA (Service Level Agreement) nya akan terjamin.

Ada beberapa software/tools yang digunakan dalam implementasi ini, diantaranya: Linux-ha (Heartbeat), DRBD, MySQL, Apache.

Untuk keterangan lebih lanjut tentang tool-tool tersebut baik itu fungsi dari masing-masih software ataupun untuk mengunduh software-software tersebut bisa langsung merujuk pada websitenya masing-masing.

Linux-ha : http://linux-ha.org/
DRBD: http://www.drbd.org/
Apache : http://www.apache.org/
MySQL : http://www.mysql.com/
Slackware : http://www.slackware.com/

Linux-ha (Heartbeat)
Heartbeat is a daemon that provides cluster infrastructure (communication and membership) services to its clients. This allows clients to know about the presence (or disappearance!) of peer processes on other machines and to easily exchange messages with them.

DRBD
DRBD® refers to block devices designed as a building block to form high availability (HA) clusters. This is done by mirroring a whole block device via an assigned network. DRBD can be understood as network based raid-1.

Untuk tutorialnya bisa dilihat/diunduh pada link berikut.

Semoga Bermanfaat, Amien…!!!

1
Apache2, Module UserDir, dan PHP5 di Ubuntu 10.04

Pada prinsipnya, mengaktifkan module userdir di Apache2 dan lighttpd saja hanya berbedea di perintahnya saja. Di Apache2 perintah yang kita gunakan adalah:

sudo a2enmod userdir


Jangan lupa untuk memuat ulang konfigurasi Apache2:

sudo service apache2 force-reload


Lalu buat direktori public_html di $HOME user yang hendak memanfaatkan module ini:

cd $HOME
mkdir public_html
chmod -R 775 public_html


Install dukungan PHP5 untuk Apache2:

sudo apt-get install php5 libapache2-mod-php5


Paket libapache2-mod-php5 opsional, menurut dokumentasi komunitas Ubuntu kita perlu memasang paket ini jika masih membutuhkan dukungan untuk PHP4. Terakhir aktifkan modul php5:

sudo a2enmod php5


Kemudian buat sebuah file index.php di ~/public_html dengan isi:

phpinfo();
?>


Arahkan browser ke http://localhost/~user, ganti user dengan nama user kita. Oops, kok malah skrip PHP-nya kok malah diunduh? (thinking). Hmm… ternyata menurut diskusi di sini, kita harus menghilangkan atau mengubah baris berikut jadi komentar:



php_admin_value engine Off

>

Konfigurasi ini ada di berkas /etc/apache2/mods-available/php5.conf, untuk menjadikannya komentar tambahkan karakter # di depan setiap baris. Setelah itu muat ulang konfigurasi Apache2:

sudo service apache2 force-reload


Nah, sekarang coba akses lagi http://localhost/~user.

4
Mengompilasi Sendiri MPlayer

Dari perjalanan di Gentoo dan pengembangan sebuah aplikasi in-house, saya menemukan bahwa MPlayer lebih bagus kalau dikompilasi sendiri.

Saya asumsikan bahwa Anda telah memasang MPlayer. Kita tinggal menimpa yang lama dengan yang baru. Memang, cara ini tidak disarankan dan lebih baik apa bila dibuatkan paketnya dengan menggunakan checkinstall. Apabila Anda seorang purist, silakan pasang:

$ sudo apt-get install checkinstall

Setelah itu, ��pasang saja semua kebutuhan MPlayer: (Peringatan: banyak paket terpasang!)

$ sudo apt-get build-dep mplayer

Setelah itu, unduh dari http://mplayerhq.hu/ kode sumber terbaru. Saya mengunduh snapshot hari ini dan mengekstrasinya:

$tar xvfj ~/Unduhan/Mplayer/mplayer-checkout-snapshot.tar.bz2

$ cdmplayer-checkout-2010-07-20


MPlayer secara unik mendeteksi prosesor yang kita pakai. Kita harus memastikan variabel CFLAGS dan sejenisnya tidak termuat agar skrip konfigurasi dapat menentukan dengan benar konfigurasi untuk kompilasi MPlayer. Cukup jalankan:

$ ./configure --prefix=/us
r

Saya sedikit curang dan mengganti konfigurasi pada berkas config.mak pada baris yang mengandung CFLAGS, CXXFLAGS, dan DEPFLAGS (sekitar baris 30 s.d. 32). Saya mengganti setiap yang mengandung"-mcpu=native -mtune=native" menjadi "-mcpu=core2 -mtune=native -msse4.1". Maklum, saya takut nanti MPlayer tidak teroptimasi untuk SSE 4.1.

Pasang ke sistem:

$ sudo make instal
l

atau

$ sudo checkinstall


Nikmati berkurangnya pemakaian CPU! Untuk pengguna laptop yang memiliki vdpau sangat diuntungkan dengan kompilasi sendiri.

2
Ubuntu 2010 Review

.
Ubuntu 2010 Unleashed:

Irritated with my Desktop after an upgrade gone bad and an incident with the nvidia noveau driver that left me x less, I decided it was time to re-install. I turned to my bookshelf to find Ubuntu Unleashed 2010 Edition. Normally by the time a book hits my shelf the material is outdated, not necessarily useless, just not the most up to date. This is an exception. The Ubuntu Unleashed 2010 Edition was updated with an Ubuntu 9.10 DVD and a “Free Upgrade to Ubuntu 10.04? which I found out that if you buy the book before the end of 2010 you can get an upgrade kit in the mail.

So, I pop the DVD in the drive and start the installation. Nothing new here for anyone that has installed Linux or Ubuntu recently; for those that haven’t, it was a pleasant surprise to see that it actually detected my high resolution monitor and used it to its advantage. It really is strange to not have to squint at an installer. The first chapter covers the step by step installation in more detail which is relatively short and easy to follow. Most people should not need to read this if they are familiar with installing an operating system but it I think it is good to have it there. Just don’t let this first chapter prevent you from looking further into this book. After putting the DVD in and getting it started, I found myself reading the book through the entire installation; which for some reason got from 0-90% quickly, then took the majority of the time in the 90% range, but I’m not complaining.

The Authors really did a good job of writing in an understandable language and organizing the book in a logical format. I’ve found myself flipping through and finding many golden nuggets of information. I personally would not have picked this book up because of the title, since I’m not a big Ubuntu user. But Ubuntu Unleashed 2010 edition is packed full of information, 32 chapters and a hefty appendix to be exact. It is not all Ubuntu – specific either, meaning most of the content should work on just about distribution. This book would not be rendered useless if you don’t decide to go the Ubuntu route. I recommend taking a look at the contents and buying this book, as I’m sure you’ll be pleasantly surprised at the topics it covers. I think it would be a great book for someone that is interested in Linux in general, it reads well but can also be used as a quick reference. I wish I had a book like this when I was getting started, it would have saved me a whole lot of time and effort. I have set aside some of the more advanced chapters and made a note to read later.

Other reviews I’ve read have said that it has too much terminal use in it, which is something Ubuntu is trying to eliminate. While this may be true, if you want the most out of your Linux distribution, the fact is you will at some point use a terminal. Commands are less likely to change as much as graphical interfaces. Although some things may be slightly outdated I don’t think that this book should be re-written, as it is in the nature of open source and technology to change. If you keep this in mind I don’t think you’ll be disappointed with it.

Source: Go-Hacking


Bookmark and Share


 
Ujie Caprone | © 2011 Blogger Template by Ujiecaprone.com