Tampilkan postingan dengan label windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label windows. Tampilkan semua postingan

1
Cara Hack Windows

Disini saya informasikan tentang cara hacking Windows, maka di sini anda bisa memperoleh tentang cara belajar hack sederhana pada Windows. Namun, perlu diketahui bahwa tips dan trik kesempatan ini hanya digunakan untuk tujuan pembelajaran.

1. Ketika komputer starts up, tekan F8 pada keyboard sebelum anda melihat layar "Windows Starting". Akan terbuka sebuah sebuah layar dengan dengan berbagai pilihan. Selanjutnya pilih "Safe Mode with Command Prompt", dan Anda kemudian dapat melakukan sesuatu seperti yang Anda inginkan :)

2. Dialog akan muncul: dengan menggunakan tanda panah ke bawah, pilih "All Files". Kemudian akan muncul nama file: Batch.bat. Buka file dimana anda menyimpannya yang akan membuka Command Prompt.3. Namun, jika notepad pada komputer anda telah diblokir , Anda dapat dengan mudah masuk ke halaman web dan kemudian buka "View>View Source". Cara ini sangat mudah untuk membuka Notepad.

4. Setelah itu, Anda akan dapat melakukan seperti yang anda inginkan di dalam command prompt. Berikut adalah cara untuk menambah atau menghapus account:

* Tambah Account: C:>net user USERNAME /add
* Ganti password: C:>net user USERNAME *Anda akan langsung dapat memasukkan password baru untuk account anda. Jika Anda hanya menekan enter tanpa mengetik apa-apa, password account akan di reset..
* Hapus Account: C:> net localgroup Administrators # # Cara lain adalah dengan membuka notepad, (jika tidak diblokir), dan ketik "command.com". Kemudian buka File-> Save As. J USERNAME / ADD

Nah jika administratornya di password juga, anda masih bisa menjebolnya/mengaksesnya dengan menggunakan software OPHCRACK..

Ophcrack adalah Windows password cracker yang bekerja berdasarkan time-memory trade-off dengan menggunakan rainbow tables. Variant terbaru buatan Hellman original trade-off ini memberikan hasil yang sangat menakjubkan tentu saja dengan performance yang hebat. Progaram ini di claim mampu me recover 99.9% alphanumeric passwords dalam hitungan detik.

Lebih detailnya tentang ophcrackdan mendownloadnya silakan anda berkunjung ke websitenya

0
Intel Storage Driver Gagalkan Upgrade ke Windows 7

Informasi ini ditujukan pada mereka yang ingin meng-upgrade Windows Vista-nya menjadi Windows 7. Perhatikan apakah ada Intel storage driver di mesin Anda. Jika ya, bisa saja proses upgrade yang Anda lakukan gagal.

Inilah pesan kesalahan yang Anda dapatkan ketika Anda berusaha meng-upgrade sistem operasi Windows Vista Anda ke Windows 7:

"-$windows.~bt-windows-system32-drivers-iastor.sys. Status: 0xc0000359. Windows failed to load because a critical system driver is missing or corrupt." Mesin Anda kemudian akan dikembalikan ke Vista. Ini akibat versi dari file iastor yang dirujuk selama perpindahan ke Windows 7 tidak tepat. Celakanya, sampai saat ini Microsoft belum menerbitkan hotfix untuk mengatasi masalah di atas.

Nah, yang sekarang bisa Anda lakukan adalah mengatasinya secara manual. Ikuti saja langkah-langkah manual yang ditunjukkan oleh Microsoft ini:
1. Akseslah Driver Repository Folder di bawah C:-Windows-System32-DriverStore-FileRepository dan pindahkan sebarang folder yang mengandung file iastor.inf ke lokasi sementara.


2. Cari rujukan ke iastor di dalam file oem inf pada folder c:-windows-inf. Contoh perintahnya: findstr /i /c:"iastor" %windir%/inf/oem*.inf.

3. Catat file-file oem##.inf yang dilaporkan (## adalah angka). Pindahkan oem##.inf dan oem##.pnf yang terhubung dari folder c:-windows-inf ke folder sementara.

4. Hapus folder-folder $~bt, $~LS dan $~Upgrade jika ada

5. Unduh dan instal versi mutakhir dari driver iastor.sys dari situs web Intel di mesin Vista.

6. Mulailah proses upgrade Windows 7, yang sekarang seharusnya berjalan tuntas.

2
Membuang UAC Windows Vista

User Account Control (UAC) di Windows Vista adalah sebuah fitur untuk mencegah ter-instalnya program secara sembarangan. Orang yang bisa meng-instal program hanyalah orang yang memiliki akses layaknya administrator. Meskipun administrator yang meng-instal, program itu harus punya akses level tinggu dulu baru bisa jalan. Level itu ditentukan oleh administrator.

Pembagian level pengguna ini sebetulnya sudah lama digunakan, bahkan sudah puluhan tahun. Tapi, pembagian itu hanya untuk komputer server dan mainframe. Sistem operasi komputer desktop, khususnya Windows, belum selama itu. Pada MS-DOS, Windows 95, Windows 98 dan Windows Me, semua pengguna merupakan pengguna super (super user) yang bisa mengontrol PC secara penuh. Pembagian level baru terasa di Windows setelah itu. Untuk memperkuat pembagian level, Microsoft menggunakan UAC di Windows Vista dan Windows Server 2008.

Cara kerjanya secara singkat begini. Ketika seorang pengguna komputer masuk dengan akun standar, suatu token berisi izin-izin standar diberikan kepada pengguna itu. Dengan izin standar, pengguna itu tidak bisa melakukan perubahan yang memengaruhi sistem. Ia masih bisa membuat dokumen, mengedit foto, atau mendengarkan lagu. Tapi, ia tidak bisa meng-instal program, mengubah pengaturan di Control Panel, atau melakukan update.

Lain halnya kalau administrator yang login. Akun itu diberi dua token. Token pertama berisi “penghargaan” terhadap administrator—seluruh tindakan diizinkan. Token kedua mirip dengan token yang diberikan kepada akun standar. Berbagai aplikasi, termasuk Windows Shell, dijalankan dengan token kedua.

Jadi, berbagai aplikasi tetap tidak bisa menggunakan sumber daya Windows secara penuh. Aplikasi itu baru bisa berjalan penuh kalau diberi izin.

Di Windows 7, Microsoft memperbarui UAC. Standarnya, UAC tidak akan lagi bertanya pada beberapa program. Beberapa program masih membuat UAC muncul.


UAC ini ternyata disadari bisa sangat mengganggu. Coba saja perhatikan, berapa kali Anda harus mengklik persetujuan agar instalasi berjalan? PCplus menganggap Anda meng-instal program yang memang sudah terpercaya. Orang-orang yang sering melakukan tweaking mengaku kerap terganggu oleh UAC ini.

Tujuan UAC memang baik. Tapi, kalau terlalu mengganggu, Anda bisa mematikannya. Trik-trik berikut ini bisa dibilang tidak mematikan UAC secara total—walau ada 1 trik untuk mematikannya secara total. Tapi paling tidak, UAC tidak lagi terlalu mengganggu.
Sudahlah, langsung saja simak trik-triknya.

PCplus tidak menyarankan trik ini demi keamanan. Kalau ada orang yang hobi download program dan mencobanya di komputer Anda, PCplus menyarankan agar UAC tidak dimatikan. Tapi, kalau Anda keukeuh karena hanya Anda yang pakai komputer dan Anda bukan tukang download, silakan terapkan trik ini.
1. Buka Control Panel.
2. Klik “User Account”.
3. Lalu klik “Turn User Account Control on or off”.
4. Ketika muncul kotak dialog, klik “Continue”.
5. Hilangkan tanda centang pada “Use User Account Control (UAC) to help protect your computer” lalu klik “OK”.
6. Diminta restart komputer? Yah sudah, restart saja.

14
Booting Windows tanpa Interupsi

Pesan kesalahan (error message) bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi, pesan kesalahan berguna untuk memberitahukan adanya error pada sistem, tapi, di sisi lain, kehadirannya menyebalkan. Apalagi jika nongolnya terlalu sering dan tidak bisa dimatikan. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memperbaiki akar penyebab pesan kesalahan. Tapi, jika Anda tidak punya cukup waktu untuk mereparasi Windows, cobalah trik darurat berikut.
1. Klik “Start”, lalu ketik regedit.
2. Masuklah ke sub key “HKEY_LOCAL_MACHINE-SYSTEM-CurrentControlSet-Control-Windows-”.
3. Klik kanan mouse di sisi kanan window, lalu pilih “New > DWORD (32 bit) Value”.
4. Beri nama DWORD value yang baru Anda buat dengan nama “NoPopUpsOnBoot”.
5. Klik ganda DWORD Value NoPopUpsOnBoot tersebut, kemudian klik radio button “Decimal” dan isi Value-nya dengan nilai 1.
6. Tutup Registry Editor, restart komputer, dan lihat hasilnya.

6
Mengantisipasi Kerusakan Sistem Operasi

Sebagaimana diketahui, Windows adalah suatu sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface) yang diproduksi oleh Microsoft. Bila dibandingkan dengan sistem operasi lain, Windows lebih mudah dioperasikan berkat interfacenya yang sangat mudah dipahami dan di mengerti (user-friendly). Namun sialnya, dibalik semua kemudahan itu ternyata Windows juga memiliki sifat-sifat lain yang kurang begitu baik: tidak stabil, tidak aman, mudah terinfeksi virus, dan sering macet (hang). Kemudian, satu hal yang paling menjengkelkan lagi adalah, file-file sistem Windows "seolah-olah" bisa rusak tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu, jika Anda tidak ingin pekerjaan Anda menjadi terbengkalai karena sistem operasi Windows yang Anda gunakan sering hang atau rusak, lakukanlah proses antisipasi. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

1. Pertama-tama, periksa bahwa Windows Anda sudah dalam keadaan baik (normal) dan bebas virus. Kemudian, pastikan juga bahwa semua program-program aplikasi yang Anda perlukan sudah terinstal dan bekerja dengan benar, termasuk driver-driver untuk perangkat keras (Printer, Modem, Sound Card, VGA Card, Ethernet, Scanner, CD-ROM).

2. Lakukan proses backup. Dalam hal ini, file-file yang dibackup adalah file-file yang berekstensi *.INI dan *.DAT yang ada di dalam direktori C:\WINDOWS. Caranya membackupnya adalah:
2.1. Masuk ke dalam modus MS-DOS
2.2. Buat direktori baru untuk menampung file-file yang akan dibackup tadi. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat sub direktori baru bernama BACKUP di dalam direktori C:\WINDOWS, maka dari prompt DOS ketik perintah MD BACKUP
2.3. Dari dalam direktori C:\WINDOWS, kopi semua file yang berekstensi .INI ke dalam sub direktori yang telah Anda buat tadi. Untuk mengkopinya, ketik perintah COPY *.INI BACKUP
2.4. Masih dari dalam direktori C:\WINDOWS, ketik perintah ATTRIB -S -H -R *.DAT untuk menormalkan atribut file-file berekstensi .DAT yang akan dibackup, khususnya untuk file USER.DAT dan SYSTEM.DAT. Setelah itu, kopikan kedua file tersebut ke dalam sub direktori BACKUP dengan mengetik perintah COPY *.DAT BACKUP. Bila sudah selesai, kembalikan status atribut file-file yang Anda normalkan tadi dengan mengetik perintah ATTRIB +S +H +R *.DAT

3. Backup setting registry Windows yang sedang aktif pada saat itu. Karena Anda masih berada dalam modus MS-DOS, maka cara membackupnya adalah:
3.1. Dari prompt DOS, ketik perintah SCANREG



Gambar 1. Proses scanning registry



Gambar 2. Laporan hasil proses scanning registry

3.2. Jawab pertanyaan yang muncul pada Gambar 2 di atas dengan mengklik tombol Yes


Gambar 3. Proses backup registry



Gambar 4. Proses backup registry selesai

4. Supaya lebih yakin, Anda juga bisa membackup setting registry Windows dengan cara lain, yaitu dengan menyimpannya ke dalam suatu file khusus berekstensi .REG. Caranya adalah:
4.1. Klik tombol Start > Run
4.2. Dari dalam kotak dialog Run, ketik perintah REGEDIT lalu akhiri dengan mengklik tombol OK



Gambar 5. Tampilan program Regedit (Registry Editor)


4.3. Dari dalam jendela program Registry Editor, klik menu Registry > Export Registry File. Setelah itu, tentukan nama filenya lalu simpan ke dalam direktori yang sudah Anda buat tadi, yakni di C:\WINDOWS\BACKUP.

Sampai pada tahap ini Anda telah selesai membackup semua file-file sistem dan setting registry Windows Anda. Oleh karena itu, pastikanlah untuk selalu mengupdatenya setiap kali Anda nanti melakukan perubahan (menginstal driver dan atau program-program aplikasi lainnya), yakni dengan cara mengulangi semua instruksi yang dijelaskan di atas.

Mengatasi / Memperbaiki Kerusakan Sistem Operasi
Secara umum, penyebab kerusakan sistem operasi Windows adalah hampir sebagian besar diakibatkan oleh beberapa hal-hal sebagai berikut:

- Komputer mati secara tiba-tiba karena listrik padam
- Komputer terlalu sering dimatikan tanpa melalui proses Shut Down
- Proses instalasi gagal (tidak sempurna)
- File-file sistem Windows terinfeksi virus
- Program antivirus mencoba memperbaiki file-file sistem Windows yang terinfeksi virus
- Setting registry Windows berubah (kacau)
- File-file sistem Windows hilang (terhapus)

Beberapa petunjuk yang menyiratkan bahwa sistem operasi Windows telah mengalami suatu gangguan yang sangat serius dan fatal akibat adanya file sistem yang rusak dapat dilihat dari pesan kesalahan (error messages) seperti terlihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 6. Pesan kesalahan bahwa sistem Windows rusak


Gambar 7. Pesan kesalahan bahwa sistem Windows rusak


Gambar 8. Pesan kesalahan bahwa sistem Windows rusak

Nah, jika suatu hari nanti Windows Anda rusak, atau terganggu akibat salah satu dari kemungkinan yang disebutkan di atas, Anda tidak perlu panik, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengembalikan (merestore) file-file sistem dan setting registry yang sudah Anda backup tadi dan mencoba menjalankan utility ScanDisk dan System File Checker (SFC) yang disediakan oleh Windows. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Restart komputer Anda ke dalam modus MS-DOS.

2. Dari prompt DOS, ketikkan perintah di bawah ini:
2.1. C:\WINDOWS> ATTRIB -S -H -R *.DAT
2.2. DEL USER.DAT
2.3. DEL SYSTEM.DAT
2.4. C:\WINDOWS> COPY C:\WINDOWS\BACKUP\*.DAT
2.5. C:\WINDOWS> COPY C:\WINDOWS\BACKUP\*.INI

3. Restart sekali lagi komputer Anda untuk masuk ke dalam modus Windows, kemudian perhatikan apakah cara pada titik No. 2 di atas telah dapat mengatasi masalah yang Anda hadapi. Jika ternyata belum berhasil, Anda bisa melanjutkannya ke titik No. 4.

4. Boot komputer Anda ke dalam modus MS-DOS. Setelah itu, periksa setting registry Windows dengan mengetik perintah SCANREG. Untuk memulai, pilih menu Start seperti terlihat pada Gambar 9.


Gambar 9. Tampilan program SCANREG dalam modus MS DOS

Jika dalam pemeriksaan memang ditemukan adanya kerusakan, maka program akan melaporkan bahwa telah terjadi kerusakan pada file-file sistem Windows. Dalam hal ini, program akan mencoba memperbaikinya dengan cara merestore setting registry asli yang sudah Anda backup sebelumnya seperti terlihat pada Gambar 10.


Gambar 10. Pesan setelah proses restore selesai

5. Restart komputer ada untuk masuk ke dalam modus Windows, kemudian perhatikan apakah sekarang sistem Anda sudah lebih baik dari yang sebelumnya? Jika ternyata belum berhasil juga, Anda bisa melanjutkannya ke titik No. 6.

6. Dari dalam modus Windows, klik tombol Start > Run. Setelah itu ketik perintah REGEDIT lalu OK.
6.1. Dari dalam jendela program Regedit, klik menu Registry > Import Registry File.
6.2. Tentukan direktori tempat di mana Anda menyimpan file setting registry yang Anda backup sebelumnya. Dalam contoh ini, file setting registry yang dibackup adalah bernama REGISTRY.REG, file ini tersimpan di dalam direktori C:\WINDOWS\BACKUP.
6.3. Jika file setting registry sudah ditemukan, klik ganda file tersebut untuk memulai proses import. Kemudian tunggu beberapa saat sampai proses mengimport selesai.


Gambar 11. Tampilan proses mengimport registry


Gambar 12. Pesan bahwa setting registry yang asli telah selesai diimport

6.4. Setelah proses import selesai, restart sekali lagi komputer Anda, kemudian perhatikan apakah cara tersebut sudah berhasil? Jika ternyata masih belum berhasil juga, lanjutkan ke titik No. 7.

7. Dari dalam modus Windows, klik tombol Start > Run. Kemudian, ketik perintah SFC untuk menjalankan program System File Checker.


Gambar 13. Tampilan program SFC (System File Checker)

Segera setelah jendela program SFC terbuka, Anda bisa langsung mengklik tombol Start untuk memulai proses pemeriksaan file-file sistem Windows yang rusak. Dalam hal ini, proses pemeriksaan akan berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, tunggulah sampai proses scanning benar-benar selesai.


Gambar 14. SFC sedang melakukan proses scanning


Gambar 15. Laporan statistik hasil pemeriksaan

Dari Gambar 15 di atas, dapat disimpulkan bahwa semua file sistem Windows dalam keadaan baik, SFC tidak menemukan ada yang rusak. Namun, jika Anda merasa bahwa masih ada sesuatu yang tidak beres pada Windows Anda, Anda masih bisa melakukan penelusuran dan sekaligus memperbaikinya dengan cara menjalankan program SCANDISK. Petunjuk atau cara menggunakannya dijelaskan pada titik No. 8.

8. Klik tombol Start > Run lalu ketik perintah SCANDISK. Setelah itu, dari dalam program ScanDisk, klik tombol Options untuk memastikan bahwa pilihan Areas of the disks to scan sudah dalam posisi System and data areas. Opsi ini perlu dipilih agar program ScanDisk memeriksa dua hal sekaligus, yakni lokasi (area), file-file sistem dan file data yang ada di dalam hard disk komputer Anda. Setelah itu, kembalilah ke jendela program utama ScanDisk lalu aktifkan opsi Thorough dan Automatically fix errors pada bagian Type of test. Dan, sebelum Anda mengklik tombol Start, pastikan bahwa tidak ada program-program aplikasi lain yang sedang melakukan operasi read/write ke dalam hard disk. Untuk memulai proses pemeriksaan dan perbaikan, klik tombol Start lalu tunggu sampai proses "scanning and repairing" benar-benar selesai.
 
Ujie Caprone | © 2011 Blogger Template by Ujiecaprone.com